Rangkuman dari buku Manajemen Investasi pendekatan teknikal dan fundamental untuk analisis saham.

PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL

Tipe analsis saham terbagi menjadi 2 tipe dasar analisis saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental menyatakan bahwa setiap instrumen investasi mempunyai landasan yang kuat yaitu nilai instrinsik yang dapat ditentukan melalui suatu analisi yang sangat hati-hati terhadap kondisi pada saat sekarang dan prospeknya di masa yang akan datang. Ide dasar pendekatan ini adalah bahwa harga saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Harga saham merupakan harga yang terbentuk di bursa saham dan umumnya harga saham itu diperoleh untuk menghitung nilai saham. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dapat dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi harga saham adalah keputusan dividen, struktur permodalan, risiko dan pertumbuhan laba. Faktor eksternal yang mepengaruhi harga saham adalah peraturan yang ada, resesi ekonomi, sentimen pasar dan lain-lain.

Analisi teknikal adalah suatu jenis analisis yang selalu berorientasi kepada harga (pembukaan,penutupan,tertinggi, dan terendah) dari suatu instrumen investasi pada timeframe tertentu (price oriented). Analisis ini mempelajari tentang perilaku pasar yang diterjemahkan ke dalam grafik riwayat harga dengan tujuan untuk memprediksi harga di masa yang akan datang. Harga yang tercermin di dalam grafik merupakan harga kesepakatan transaksi antara supply dan demand. Teori Dow atau The Dow Theory adalah teori analisis teknikal yang paling terkenal dalam memprediksi apa trend yang sedang terjadi di bursa. Teori Dow mengatakan bahwa sebagian besar saham bergerak sejalan dengan bergeraknya bursa keseluruhan atau index dalam artian bila ndex bergerak naik. Begitu juga sebaliknya, bila indexbergerak turun maka harga sebagian besar komponen saham yang terdapat didalamnya juga bergerak turun.

Asumsi-asumsi DOW Theory . ada 6 asumsi yang mendasari teori DOW yaitu :

  1. Harga saham adalah harga yang paling efisien
  2. Pasar mempunyai tiga trend yaitu trend primer , trend sekunder, trend minor.
  3. Tren primer mempunyai tiga fase
  4. Indeks-indeks harus mengkonfirmasi satu sama lain
  5. Volume mengkonfirmasi trend
  6. Trend tetap sama sampai tanda pembalikan yang pasti muncul

Kekuatan dan kelemahan analisis teknikal tentu sudah menjadi hal jelas disini, kekuatan analisis teknikal yang dapat diintefikasikan adalah :

  1. Analisis teknikal dapat digunakan secara luas hampir di semua pasar modal di seluruh dunia
  2. Grafik dapat digunakan untuk menganalisis dalam satuan waktu, jam,  hari, minggu, bulan bahkan tahun
  3. Banyak terdapat alat-alat analisis teknikal da teknik-teknik yang tersedia untuk digunakan sesuai kebutuhan di berbagai sektor pasar yang berbeda
  4. Prinsip dasar analisis teknikal mudah dipahami dan lebih memperhatikan pada kejadian sesungguhnya di pasar
  5. Analisis teknikal dapat menggunakan data secara akurat dan setiap saat tersedia di RTI (Real Time Information) dan IMQ (Information Market Quote)

Kelebihan analisis teknikal adalah membantu untuk mengetahui seberapa besar kekuatan permintaan dan penawaran suatu saham melalui data harga pembukaan, tertinggi, terendah,  dan penutupn secara mudah. Analisis teknikal membantu untuk memutuskan kapan saat yang tepat untuk membeli. Kelemahan analisis teknikal adalah :

  1. Analisis teknikal menganggap bahwa sifat manusia adalah konstan sehingga pola kecendrungan akan selalu berulang. Bagaimana pun juga terdapat batasan bahwa masa yang akan datang merupakan cerminan masa lalu.
  2. Analisis teknikal memperhatikan tingkat kemungkinan suatu kejadian akan terjadi, bukan kepastian dari kejadian tersebut.
  3. Beberapa analisis teknikal modern berdasarkan pada konsep matematik dan statistik yang cukup kompleks sehingga menganalisis dengan perangkat lunak komputer sulit dihitung dan tidak mudah untuk memaham i hasil keseluruhannya.
  4. Untuk keberhasilan analisis teknikal, maka informasi yang dipakai harus akurat dan tepat waktu.

Kelemahan analisa teknikal terjadi karena harga saham mencerminkan sebuah persetujuan atau konsensus, yaitu harga di mana pembeli setuju untuk membelinya dan penjual setuju untuk menjualnya. Harga di mana investor bersedia untuk membeli atau menjual bergantung pda apa harapannya.

Prinsip dasar analisa teknikal sangat penting untuk memahami hal-hal mendasar dalam analisis ini. Ada tiga prinsip penting yaitu :

  1. Segalanya didikontokan dan digambarkan dalam harga-harga pasar.
  2. Harga-harga bergerak dalam suatu kecendrungan yang terus berlangsung.
  3. Kejadian pasar selalu berulang kembali.

prinsip pertama mengungkapkan tentang diskonto dan harga pasar. Prinsip ke dua mengungkapkan kecendrungan bahwa harga saham bergerak dalam suatu pola. Prinsip ke tiga mengungkapkan tentang kejadian pasar akan selalu berulang.

 

 

 

Analisis teknikal dapat dibagi menjadi tiga indikator penting yaitu:

INDIKATOR SENTIMEN

Indikator sentimen atau harapan menunjukkan perbedaan perilaku partisipan di bursa efek seperti orang dalam. Indikator Aliran Dana , Indikator Struktur Market. Pergerakan harga dapat diklasifikasikan menjadi primary, intermediate dan short term. Pergerakan harga utama disebut dengan primary atau siklus. Pada umumnya berlangsung selama 1 hingga 3 ahun dan menggambarkan perilaku investor yang mengarah pada siklus bisnis. Intermediate movements pada umumnya berkembang selama 6 minggu hingga satu bulan namun kadang-kadang lebih panjang. Elemen-elemen yang mendefinisikan harga dan volume adalah open, high, low, close, volume, open interest, bid, dan ask. Harga pembukaan adalah harga perdagangan pertama untuk suatu periode. Harga tertinggi adalah harga perdagangan tertinggi untuk suatu periode. Harga terendah adalah harga perdagangan terdendah untuk suatu periode. Harga penutupan adalah  harga perdagangan terkahir untuk suatu periode. Volume adalah jumlah saham yang diperdagangkan untuk suatu periode. Open interest adalah total jumlah kontrak yang outstanding dari futures atau options (yaitu kontrak yang belum ditutup atau kadaluwarsa), open interest adalah indikator yang sering digunakan. Bid adalah harga dimana pembeli bersedia membayar untuk suatu saham. Elemen-elemen ini digunakan untuk menciptakan alat-alat yang berfungsi untuk mempelajari gerakan harga, trend, pola dan lain sebagainya. Hanya saja tidak setiap elemen tersedia untuk berbagai jenis sekuritas. Pada saham yang tersedia adalah open, high, low, cose, volume. Ask dan bid bersifat intraday, sedangkan open interest tdak tersedia. Banyaknya alat analisa teknikal memuat kita sulit memutuskan alat mana yang akan digunakan. Berikut ini adlah beberapa pedoman yang dapat digunakan.

  1. Periksa kondisi pasar secara menyeluruh
  2. Pilih saham yang ingin diperdagangkan
  3. Periksa tren saham secara menyeluruh
  4. Pilih entry point (titik masuk)

 

GRAFIK DASAR UNTUK ANALISIS TEKNIKAL

Ada tiga macam grafik (Chart)  yang biasa dipergunakan oleh para analis teknikal, berikut contohnya adalah Grafik garis, Grafik batang, Grafik candlestick.

  1. Grafik garis menunjukan harga penutupan dalam range waktu yang telah ditentukan.
  2.  Grafik batang yang yang memberikan informasi secara lengkap dibandingkan grafik lain yang hanya memuat harga penutupan. Dari grafik batang tersebut kita dapat mengetahui harga pembukaan, tertinggi, rendah sampai penutupan. Garis vertikal atau batang yang menghubungan harga terendah dan harga tertinggi,  dan garis horizontal kekiri dan kekanan dari batang menunjukan harga pembukaan dan penutupan secara berurutan . Grafik batang volume ada dua macam yaitu: Zero based dan Relative adjusted. Zero based adalah bagian bawah dari setiap batang volume mencerminkan nilai nol. Relative adjusted dilakukan dengan mengurangi semua volume perdagangan dengan volume perdagangan terendah atau minimum.
  3. Grafik Candlestick adalah grafik yang memberikan informasi yang sama dengan grafik bar , Namunada sedikit perbedaan yaitu pada grafik  candlestick harga pembukaan dan penutupan ditandai dengan adanya body. Apabila harga pebukuan dibawah harga penutupan (warna body hitam). Grafik candlestick secara dramatis menggambarkan perubahan garis supply dan demand yang menjadi dasarnya. Kelemahan grafik candlestick ini karena menampilkan hubungan antara harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan, maka grafik ini tidak dapat digunakan untuk saham yang hanya memiliki harga penutupan saja.  Grafik ini pun tidak dapat digunakan untuk saham yang tidak mempunyai harga  pembukaan.

 

 

TRENDLINES

Pola-pola harga saham merupakan harga yang terbentuk dari interaksi antara pembeli dan penjualan dipasar bebas. Investor mencoba untuk menemukan kapan harga berada dalam trend naik atau trend turun. Mereka mendapatkan laba dari penentuan trend dan kemudian diikuti sampai trend-nya berbalik arah. Dari grafik yang tersedia, garis trend adalah yang paling sering digunakan analis untuk mengindentifikasikan trend dan pembalik trend.

  1. Membantu untuk membedakan antara keputusan emosional (saya  pikir, saat ini adalah saat untuk menjual) dan keputusan analitis (saya akan memegang posisi ini sampai garis trend saat ini pecah) dan
  2. Menjaga kita pada sisi yang benar dalam pasar. Dengan menggukan garis trend, kita tidak juga, kita tidak mungkin memegang short terlalu lama ketika harga naik karena pada saat itu garis trend sudah akan pecah.

Main Trend ( Tren Utama )

Downtrend  adalah garis  trend yg terbentuk dari dua titik atau lebih yg terbentuk secara menyamping atau horizontal pada posisi harga tertinggi atau terendah.Uptrend  adalah garis trend yg mengikat yg terbentuk dari dua titik atau lebih dengan kecenderungan meningkat.

Ada dua macam pola harga yg membentuk trend  yaitu normal Reversal dan V type reversal menunjukan bahwa sebelum terjadi perubahan harga ,market memberi sinyal  terlebih dahulu sehingga dapat diantisipasi oleh pelaku pasar modal.

Menunjukan bahwa market sangat emosional sehingga perubahan harga yg terjadi tanpa adanya sinyal terlebih dahulu dan biasanya terjadi dalam satu periodebiasanya satu hari)aktifitas pasar.biasa disebut key reversaltop.key reversal top ini sering terjadi di dalam volume perdagangan yg tipis setelah satu transaksi aktif terjadi sebelumnya.

Kebalikan dari key reversal top adalah Key reversal bottom.pertama harga bergerak turun sevara tajam kemudian bergerak naik kembali dan ditutup pada harga di dekat harga tertinggi hari itu.suatu key reversal  bottom sering disebuat klimaks penjualan sebagaimana sering terjadi  pada akhir suatu penurunan harga yg panik.

Support dan Resistance (Dukungan dan Tahanan)

Support adalah suatu tingkatan harga dimana terjadi permintaan yg cukup untuk mengimbangi penurunan harga yg disebabkan oleh penjualan.Pada tingkat harga ini biasanya para pembeli lebih dominan dibandingkan para penjual.Apabila garis support ini berhasil menahan harga,maka harga diprediksikanakan naik kembali tetapi apabila garis support ini tertemba (breakdown) maka akan mengakibatkan terjadinya trend turun atau downtrend.Garis support bisa dibentuk dari harga terendah sebelumnya.    

RESISTANCE

Resistance  adalah suatu tingkatan harga dimana terdapat penjualan yg cukup untuk mengimbangi tekanan beli sehingga bisa menghentikan naiknya harga saham .Pada tingkat harga ini biasanyaapara penjual lebih dominan dibandingkan para pembeli .Apabila garis resistance ini berhasil menahan harga ,maka harga diprediksikan akan turun kembali ke harga support tetapi apabila garis resistance ini tertembus (breakout) maka akan mengakibatkan terjadinya trend naik atau uptrend .Garis resistance bisa dibenduk dari harga tertinggi sebelumnya.

Perlu diingat kalau setiap hari terjadi penerobosan harga (breakout atau breakdown) biasanya karena volatilitas pasar yg sangat tinggi maka harga kelihatan seolah-olah menembus garis support dan resistance tetapi kemudian grafik berbalik arah.inilah yg disebut dengan fase breakout.

Resistance Berubah Menjadi  Support  Atau  Sebaliknya

Jika tingkat tahanan berhasil ditembus (breakout) maka tingkat tersebut berubah menjadi tingkat dukungan. Demikian pula, jika tingkat dukungan berhasil di tembus (breakout), maka tingkat tersebut berubah menjadi tingkat tahanan .

Setelah terjadi breakout maka investor akan mempertanyakan tingkat harga baru tersebut. Mereka akan mempertanyakan validitas dari harga baru tersebut dan sebagian penjual mungkin akan memutuskan untuk menjual. Aksi ini menimbulkan fenomenayang disebut dengan trader remorse (koreksi harga ), dimana harga kembali ke tingkat support atau resistance.

Cara terbaik untuk memperhitungkan harapan investor ketika terjadi breakout adalah dengan melihat volume perdagangan yang ada . jika harga menembus tingkat dukungan dengan volume dengan perdagangan yang tinggi dan periode traders remorse pada volume perdangan yang rendah , hal ini menunjukan bahwa suatu harapan yang baru akan berlaku . sebaliknya jika breakout terjadi pada volume perdagangan yang rendah pada periode traders remorse pada volume perdagangan yang tinggi , hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas investor tidak menukai harga yang baru.

Gap (Celah) Seperti yang kita ketahui bahwa gap adalah daerah kosong pada perdagangan di pasar, di mana tidak terdapat suatu harga saham dalam perdagangan yang menempati daerah tersebut. Gap juga dapat terjadi pada trend naik dimana menandakan kekuatan pasar atau terjadi pada trend turun penyebab kelemahan pasar. Apabila gap terjadi pada trend naik maka harga saham hari ini akan mengalami kenaikan harga di bandingkan dengan harga saham kemarin hal tersebut menunjukkan bahwa suatu pasar mengalami peningkatan.

Tidak semua gap mempunyai makna ada beberapa gap yang tidak memilki makna , seperti halnya : (1) gap yang di sebabkan oleh sebuah transaksi saham dalam jumlah yang sama dengan perubahan harga minimum yang diperbolehkan. (2) apabila ada perbedaan harga yang tidak material antara harga permintaan (bid) dengan penawaran (offer), (3) jika pada harga saham yang tinggi terjadi transaksi dengan volume tipis dan ,(4) pada saat perusahaan membayar dividen . sedangkan ada beberapa gap yang memiliki makna adalah (1) common gaps, (2) breakways gaps , (3) continuation atau runaway gaps dan (4) exhaustion gaps . dari keempat gap ini , common gaps adalah sebuah celah yang kurang peting .

Signifikasi suatu garis trend di tentukan oleh dua faktor yaitu (1) jumlah titik ( puncak dan dasar ) yang dilalui garis trend dan (2) lamanya waktu garis trend tersebut berlangsung tanpa ada penetrasi .

Validitas Penetrasi Garis Tren  di tentukan oleh dua kriteria . Pertama, tingkat penetrasi seberapa jauh harga melewati garis trend. Kedua,  berkaitan dengan volume perdagangan. Validitas Penetrasi Garis Tren  terpai bila diikuti oleh peningkatan volume perdagangan.

Supply Dan Demand (penawaran dan permintaan) Dasar dari sebagian besar alat – alat dalam analisis teknikal berasal dari konsep penawaran dan permintaan . salah satu penggunaan hukum adalah prinsip support dan resistance. Garis penawaran dan permintaan menunjukkan bagaimana penawaran dan permintaan sebuah saham.

Garis penawaran menunjukkan jumlah saham dimana penjual bersedia menjual pada suatu harga. Dimana ketika harga tersebut naik, maka jumlah penjual yang bersedia menjual saham tersebut meningkat.

Garis pendapatan menunjukkan saham di mana pembeli bersedia membeli pada suatu harga. Ketika harga saham tersebut naik, maka jumlah pembeli yang bersedia membeli saham tersebut turun.

Dalam pasar bebas, garis penawaran dan permintaan selalu berubah setiap saat. Jika harapan investor berubah, garis penawaran atau permintaan juga akan berubah. Breakup diatas tingkat tahanan adalah tanda perubahan keatas pada garis permintaan karena ada lebih banyak pembeli yang bersedia membeli pada harga yang lebih tinggi. Breakdown adalah tanda perubahan kebawah pada garis penawaran karena ada lebih banyak penjual yang bersedia menjual pada harga yang lebih rendah.

 

POLA – POLA HARGA

Harga pasar saham bergerak dalam suatu trend dengan berbagai variasi durasi dan ketajaman. Pada saat suatu trend berubah,terjadi pola grafik yang dapat diintifikasikan.

Manfaat pokok dari pola grafik pembalikan adalah : (1) menolong penjual untung menjual sahamnya sebelum harga sahamnya turun  , (2) menolong pembeli sebelum harga saham melambung tinggi , (3) investor yang dapat memahami pola pembalikan mendalam akan mampu memperoleh laba dari perdagangan saham sehari (short sales dan netting).

Short sales adalah menjual saham yang belum dimiliki dan kemudian membeli kembali saham tersebut pada hari yang sama. Netting adalah membeli saham kemudian menjual nya pada harga yang sama . kedua transaksi tersebut menyebabkan pembayarannya di perhitungkan dari laba atau rugi pada hari tersebut.

Symetrical triangle (segetiga simetris) terbentuk pada suatu garis support yang berbentuk diagonal menurun sehingga membentuk segita simetris . pada keadaan seperti pasar biasanya bergerak antara garis support dan resistance yang semakin menyempit yang akhirnya terjadi breakout dan breakdown. Kita bisa mendekteksi harga akan bergerak naik bila terjadi breakout dari garis resistance dan turun bila breakdown dari garis support . secara umum , tidak banyak tanda kearah mana harga akan breakout dari pola segitiga simetris. Jiak harga bergerak sepanjang segitiga sampai ke puncaknya,brakout kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Ascending Triangle ( Segitiga Naik ) terbentuk suatu support yang berbentuk diagonal mendaki dan satu garis resistance berbentuk horizontal. Pada keadaan seperti ini selalu tidak bisa naik melampaui resistance sedangkan support yang berbentuk semakin tinggi sehingga pada suatu saat harga akan breakout menembus resistance. Pola  grafik Ascending Triangle memberi sinyal akan terjadi kenaikan harga yang signifikan. Pola segitiga merupakan pola jangka menengah yang membutuhkan waktu satu bulan sampai tiga bulan.

Descending Triangle ( segetiga turunan ) terbentuk dari suatu garis support yang berbentuk horizontal dan suatu garis resistance berbentuk diagonal menurun. Pada keadaan seperti ini harga tidak bisa jatuh melampaui garis support sedangkan resistance semakin lama semakin turun sehingga pada suatu saat akan terjadi breakdown menmbus support.

Cup and Handle pola ini diawali dari kejatuhan harga saham kemudian harga kembali naik lagi sehingga terbentuk pola seperti huruf U . Setelah itu harga kembali turun tetapi tidak sedalam sebelumnya dan kembali naik sehingga terlihat seperti pegangan cangkir. Titik breakout di tentukan dari hasil penarikan garis dari titik awal pembentukan cup ke titik akhir pembentukan cup dan dilanjutin ke titik akhir pembuatan hadle.

Head and shoulder adalah pola grafik yang paling handal dan paling terkenal pola ini sama seperti namanya yaitu seperti kepala dan dua bahu dikedua sisinya. Alasannya mengapa pola pembalikan ini begitu umum karena tingkah lakunya ketika trend berbalik .

Inverted Head and Shoulder adalah pola yang dibalik sehingga neckline berperan sebagai resistance . titik breakout resistance-nya berada pada titik akhir pembentukan bahu kanan .

Flag adalah pola yang terlihat seperti bendera. Setiap bendera pasti ada tiangnya artinya pasti ada pergerakan yang signifikan baik naik atau turun yang diumpamakan sebagai tiang. Setelah itu, terjadi konsolidasi ( sideways) yang di umpamakan sebagai bendera . pola konsolidasi tidak hanya pada channel horizontal tetapi juga channel yang mendaki atau menurun . pola flag ini juga mempunyai bentuk Inverted Flag.

Pennant adalah pola yang mirip dengan flag karena sama – sama harus diawali dengan pergerakan yang signifikan . perbedaannya terdapat pada fase konsolidasi. Pada pola flag fase konsolidasinya berbentuk persegi ( sideways) sedangkan pada pennant pola konsolidasinya bebrbentuk segitiga simetris. Pola pennant juga bisa di aplikasikan secara terbalik ( Inverted Pennant ) .

Grafik Double Top terlihat seperti huruf M . Pola dauble top terbentuk ketika candlestik dua kali gagal mencoba menembus puncak yang diawali dari kenaikan hingga mencapai suatu nilai harga tertentu (puncak pertama ) kemudian terjadi koreksi harga dan setelah itu harga naik kemabali mendekati harga yang tadi terbentuk ( puncak kedua ) tetapi terjadi koreksi lagi sehingga grafiknya terdapat dua puncak .

Grafik Double Bottom membentuk huruf W . Double Bottom merupakan kebalikan dari double top. Pada bentuk ini volume perdagangan di dasar kedua akan lebih kecil dari volume perdagangan di dasar kesatu. Bukti menunjukkan bahwa di titik kedua penjualan saham sudah jarang . titik kedua merupakan peluang terakhir untuk membeli dengan harga murah .

Grafik pola Triple Top ( Puncak Tiga) mirip dengan double top . perbedaannya grafik triple memilki tiga puncak . volume perdagangan dibentuk ini pada puncak kedua lebih kecil di bandingkan volume perdagangan di puncak pertama dan ketiga .

Pola Wadge terbentuk dari dua buah garis support resistance yang menyempit dengan sudut tertentu . Rising wedge bergerak menyempit dengan arah keatas sedangkan falling wedge bergerak menyempit kebawah . Pada grafik harian , formasi wedge terbentuk secara komplit selama tiga minggu atau lebih.

 

TEORI GELOMBANG ELLIOT

Konsep Dasar Gelombang Elliott, antara lain :

  1. Aksi diikuti dengan reaksi
  2. Ada lima gelombang influsif pada arah trend utama dan diikuti dengan tiga gelombang korektif (gerakan “5-3” )
  3. Gerakan “5 – 3 “ menyelesaikan satu siklus . gerakan “5 – 3 “ ini kemudian menjadi dua sub divisi dari gerakan “5 – 3 “  yang lebih tinggi selanjutnya .
  4. Pola “5 – 3 “  yang mendasari tetap sama , meskipun jangka waktu dan masing – masing mungkin bebeda.

Pola Dasar Gelombang Elliott  terdiri dari 8 gelombang . harga saham mulai angka nomor 1 sampai 5 secara berurutan dinamakan prinsip gelombang . gelombang 1,3, dan 5 disebut gelombang “impluse” . gelombang 2 dan 4 di sebut gelombang korektif. Gelombang a,b, dan c adalah gelombang korektif yang mengoreksi trend utama yang dibuat oleh gelombang 1 sampai 5.

Leonardo Fibonacci adalah ilmuwan matematika italia pada awal abad Fibonacci menemukan urutan bilangan Fibonacci ketika mempelajari piramida Gizen di Mesir. Bilangan Fibonacci menyediakan penjelelasan matematika untik Elliott wave theory. Secara ringkas, rangkaian bilangan Fibonacci di susun mulai dari 1 dan menambah nomor sebelumnya untuk menambahkan nomor yang baru yaitu 0 + 1 = 1 ; 1 + 1 =2 ; 2+ 1 = 3; dan seterusnya .

Analisis Gelombang Elliot , satu gelombang impilsif terdiri dari 5 gelombang kecil yang bergerak kearah yang sama sebagai kecenderungan dari ukuran yang lebih besar lainnya . pola dasar tersebut berhubungan membentuk sruktur 5 gelombang dan 3 gelombang yang ukurannya meningkat menjadi lebih besar. Di dalam Analisis Gelombang Elliot terdapat aturan koreksi adalah jika gelombang dua merupakan suatu koreksi sederhana ( koreksi zig –zag) maka gelombang ke empat akan menjadi suatu koreksi kompleks (koreksi data atau segitiga ) jika gelombang dua merupakan suatu koreksi kompleks, gelombang keempat akan menjadi koreksi sederhana.

Implikasi Gelombang Elliot , ramalan jangka panjang pasar saham menyediakan wawasan kedalam potensi perubahan dalam psikologi sosial dan bahkan kejadian dari suatu kegiatan . oleh karena prinsip gelombang Elliot mencerminkan perubahan suasana hati masyarakat maka tidak mengherankan kalau dapat ditemukan suatu kecenderungan dari kultur populer yang juga mencerminkan gerakan perubahan suasana hati sosial bersama – sama dengan naik turunnya harga – harga saham. Jadi prinsip gelombang Elliot mengindentifikasikan secara mendalam tentang kemajuan dan kemunduran sosial di periode berikutnya .

 

TEORI GRAFIK CANDLESTICKS – JAPANESE DAN PENERAPANNYA

Grafik candlesticks menampilkan harga pembuka , harga tertinggi , harga terendah dan harga penutup dalam format yang mirip dengan grafik batang modern dengan cara yang menekankan hubungan antara harga pembukaan dan harga penutupan . Grafik candlesticks adalah cara baru untuk melihat harga dan tidak melibatkan perhitungan yang kompleks.

Bentuk – Bentuk Candlesticks, antara lain :

  1. Candlesticks dengan body panjang dan candlesticks dengan body pendek

Menunjukkan bahwa harga pembukaan berada pada harga terendah, dan harga penutupan berada di dekat harga tertinggi.

  1. Candlesticks dengan shadow panjang dan shadow pendek

Menunjukkan harga tinggi atau high ( posisi di atas body ) dan harga terendah atau low ( posisi di bawah body ) yang tercapai pada satu sesi waktu candlestick .

  1. Marubozu

Menunjukkan bahwa harga tertinggi dan terendahnya sama dengan harga pembukaan dan penutupannya.

  1. Spinning Tops
  2. Doji
  3. Hammer dan Inverted Hammer (Takuri)
  4. Hanging Man ( Orang Digantung ) dan Shooting Star (Bintang Meleset)
  5. Engilfing (menyelimuti) dan Harami (hamil)

–          Bearish engulfing

Pola yang menandakan akan terjadinya reversal dari uptrend ke arah downtrend dimana pada awalnya berbentuk candlestick bullish yang kemudian di tutupi oleh candlestick bearish yang panjang.

–          Bullish engulfing

Pola yang menandakan akan terjadinya reversal dari downtrend kearah uptrend dimana candlestick bearish yang kecil di tutupi oleh candlestick bullish yang lebih besar.

–          Bullish Harami

Pola yang menandakan akan terjadinya reversal dari downtrend ke arah uptrend

  1. Harami Cross

–          Bearish harmani Cross

10. Piercing Line ( Garis Menembus )

11. Dark Cloud (Awan Gelap )

12. Homing Pigeon

13. Three White Soldier dan Three Black Crows ( Sanba Garasu)

14. Abandoned Baby

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s